SEMERU, PUNCAK ABADI PARA DEWA

Gunung semeru dengan puncaknya mahameru merupakan gunung tertinggi di pulau jawa sekaligus gunung berapi tertinggi ke 3 di indonesia dengan ketinggian 3676mdpl. gunung semeru terkenal dengan keindahan danau ranukumbolo yang sangat memikat mata dan selalu menjadi tujuan pendaki selain naik kepuncak mahameru.

semeru_mahameru
mahameru

Gunung Semeru terletak di antara kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Jalur pendakian ke Gunung Semeru yang sering dilalui adalah via Ranu Pane dengan pendakian normal 3 hari. Pendakian dapat ditempuh dari kota Malang atau Lumajang. Rasanya sangat disayangkan jika  Saya ( armand vmc029 ) sebagai warga asli malang melawatkan untuk mengunjungi gunung tertinggi dijawa ini.

Setelah rasa penantian yang cukup lama akhirnya ketemu juga sama libur panjang. 5-8 mei 2016 merupakan libur panjang nasional, sayapun tidak menyia nyiakan kesempatan ini. mengingat memang mendaki semeru dibutuhkan minimal 3 -4 hari. Setelah perbekalan dan persiapan selesai saya berangkat menuju ranupani 5 mei 2016 siang bersama 1 member prospek VMC yaitu bro NAUFAL (kombet) juga rekan2 dari KBMR malang raya. total 11 orang termasuk salah satu pendaki wanita. Sesampai di ranupani kami sangat terkejut dengan pemadangan yang tak seperti biasanya. ranupani yang biasa hening berubah menjadi sangat ramai karena banyaknya para pendaki dari seluruh indonesia yang memanfaatkan libur panjang ini. Saya dan team memutuskan untuk menginap di sini untuk berangkat keesokan harinya.

6 mei 2016 saya dan team mengurus perijinan serta melengkapi kesyaratan bagi calon pendaki . Untuk perijinan pendakian menyertakan KTP dan surat kesehatan dari dokter. Kini pendakian ke gunung tertinggi di Jawa ini diberi batasan 500 pendaki setiap harinya. Untuk pecinta alam dan pendaki dari luar kota lebih baik melakukan boking online agar tidak full kuota ketika sudah sampai di pos pendakian. Dan sebelum berangkat mendaki kamipun dibekali pengetahuan oleh sahabat volunteer SEMERU tentang tata cara mendaki, aturan serta beberapa info tentang flora & fauna yang ada di gunung semeru.

DSC_0020 (Medium)

Pagi pukul 09.00 kami berangkat. Cuaca cerah dan bersahabat. Semua mendaki dengan semangat. Tentu diawali dengan berdoa dan berfoto:)

20160508_132822 (Medium)

Setelah melewati gerbang “Selamat Datang”, pendakian Gunung Semeru dimulai dengan jalur landai di samping perkebunan penduduk. kemudian melewati jalan setapak di lereng bukit yang banyak ditumbuhi alang-alang dan juga pohon-pohon tumbang. Setelah berjalan sekitar 5 km, akan tiba di Watu Rejeng. Dinamakan Watu Rejeng karena disini terdapat batuan menyerupai tebing yang sangat indah. Pemandangan ke arah lembah dan bukit-bukit yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus juga tak kalah indahnya.

DSC_0028 (Medium)
watu rejeng

Terdapat empat pos buat leyeh-leyeh / istirahat. Di setiap pos ada penjual jajanan. Hebatnya yang jual jajanan itu ibu-ibu yang sudah lumayan sepuh (tua). Jadi bagi mereka trekking makanan sehari-hari. Lha kami, belum nyampe pos 1 saja sudah berhenti sejenak buat bernafas. 🙂

Oke, kembali ke persoalan pos. Empat pos tersebut jaraknya tidak sama. Jalurnya relatif mudah untuk dilalui. Perkecualian pada pos 3 yang naiknya curam. Di setiap pos kami berhenti sambil ngobrol dengan pendaki lain. Ngomong-ngomong di sini banyak juga pendaki bule.

DSC_0031 (Medium)
Papan seperti ini juga bisa menjadi acuan berapa jauh kami sudah berjalan, serta kejaran yang harus ditempuh. Hanya saja coretan memang sulit dihindari. kadang saya juga tak mengerti mengapa teman-teman sebangsa ini alay nya susah hilang.

Harap waspada di jalur pendakian setelah Watu Rejeng dikatakan sahabat volunteer ini karena kerapkali pendaki bertemu dengan Jaguar (Pantera pardus), sejenis harimau berbulu hitam yang kadang mencari minum dan lewat di kawasan ini. Dari Watu Rejeng ke Ranu Kumbolo berjarak sekitar 4,5 km. Pos 1 dan 2 tidak terpaut jauh dengan kondisi jalan yang masih landai. Barulah setelah sampai di Pos 3, ada sebuah tanjakan curam yang cukup menghabiskan energi. Tanjakan inilah pula yang membuat perjalanan kami terhenti beberapa saat karena salah 1 pendaki cantik di team kami mengalami kram. Setelah itu jalan kembali landai untuk mengantar ke Pos 4 di atas Ranu Kumbolo. Butuh waktu sekitar 4-5 jam dari basecamp menuju Ranu Kumbolo.

DSC_0042 (Medium)
setelah 5 jam perjalanan ranukumbolo menyambut kedatangan kami

Danau Ranu Kumbolo ada pada ketinggian 2.400 mdpl dengan luas 14 Ha. Kadang cuaca di Ranu Kumbolo bisa menjadi sangat dingin dengan suhu dibawah nol derajat, hingga kabut menjadi kristal-kristal es.

Ranu-Kumbolo-Taman-Nasional-Bromo-Tengger-Semeru
ranukumbolo

Jika kebanyakan pendaki mendirikan tenda untuk bermalam di sekitaran shelter ranukumbolo sebelum melanjutkan perjalanan ke mahameru, tapi tidak dengan kami. kami hanya berisitirahat sejenak makan makanan ringan serta mengisi persediaan air. memang dari awal sudah kita putuskan untuk langsung camp di kalimati.  15:21WIB kami melanjutkan perjalanan menuju kalimati.

Meninggalkan danau Ranu Kumbolo akan mendaki bukit terjal yang terkenal dengan nama “Tanjakan Cinta” dengan pemandangan indah ke arah danau. Tanjakan Cinta merupakan jalan setapak menuju bukit, dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Letaknya tepat setelah Ranu Kumbolo menuju Oro-oro Ombo. Saat melewati Tanjakan Cinta, para pendaki dihimbau untuk tidak menoleh ke belakang. Kalau menoleh, konon Anda akan putus cinta!

Legenda bermain di sini. Konon, ada dua sejoli yang sudah bertunangan mendaki Gunung Semeru. Saat lewat tanjakan ini, sang pria jalan lebih dulu dan tiba di atas bukit tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Namun sang perempuan keletihan, jatuh terguling, kemudian meninggal dunia.

20160506_152557 (Medium)
tanjakan cinta

Itulah kenapa, mitos yang beredar, pendaki yang memikirkan pasangannya dan berhasil melewati Tanjakan Cinta tanpa menoleh ke belakang, akan berjodoh dan cintanya akan abadi. Sebaliknya, kalau di tengah jalan ia menoleh ke belakang, hubungan percintaan konon akan putus.

20160506_153044 (Medium)
tanjakan cinta cukup melelahkan 🙂

Percaya tidak percaya, namun banyak pendaki yang mencoba jurus ini untuk menguji ketahanan diri sendiri. Tanjakan Cinta memang cukup melelahkan, dan tampaknya sulit untuk tidak menoleh ke belakang karena Ranu Kumbolo terbentang cantik di sana.Setelah sampai di depan bukit, akan tampak padang rumput luas “Oro-oro Ombo” yang dikelilingi bukit-bukit indah di kanan kirinya. Saat musim semi, bunga-bunga akan bermekaran berwarna ungu, dan tentunya sangat menarik jika pendaki berjalan di tengah hamparan bunga-bunga ungu tersebut. di oro oro ombo karena diguyur hujan kami tidak sempat untuk bersantai dan menikmati panorama disini.

Selepas Oro-oro Ombo akan tiba di Cemoro Kandang yaitu kaki bukit hutan cemara yang harus dilalui sebelum tiba di pos Kalimati. Dari sini jalur pendakian mulai menanjak menembus perbukitan pohon cemara. tidak mudah mendaki cemoro kandang karena disini tanjakan lumayan panjang sehingga membuat kami sering berhenti untuk mengambil nafas. gelap menyelimuti perjalanan kami. Headlamp sangat diperlukan dalam situasi ini. dibutuhkan sekitar 1 jam perjalanan dari cemoro kandang menuju jambangan.

Sesampai di Jambangan, jika siang hari Gunung Semeru akan tampak jelas, gagah menjulang, mengantar perjalanan sampai ke Kalimati. Ada beberapa pendaki yang bilang bahwa sebelum mendaki ke Semeru, mendakilah ke gunung Penanggungan. Bentuk kedua gunung ini begitu mirip sehingga gunung penanggungan disebut-sebut sebagai miniatur Semeru.

pukul 19:15 kami sampai di pos kalimati. Pos Kalimati Gunung Semeru terletak 2.700 mdpl, berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara.Terdapat mata air Sumber Mani ke arah barat, menyusuri pinggiran hutan kalimati sekitar 1 km. Kami mendirikan tenda dan bermalam disini sebelum summit attack. Tenda sudah berdiri, kamipun makan dan segera berisitirahat beberapa jam sebelum melakukan pendakian kepuncak semeru.

pukul 23.00 wib menjadi kesepakatan kami, tapi apadaya karena kondisi badan yang kelelahan kamipun terbangun pukul 00.05WIB. Bberapa diantara kami memutuskan untuk tidak melanjutkan ke puncak dengan berbagai alasan. 7 mei 2016 00.30wib 6 orang termasuk saya memutuskan untuk summit. perbekalan kami tinggal di tenda demi menjaga kondisi fisik. hanya air minum yang kami bawa. tak disangaka karena membludaknya pendaki pada hari itu hanya beberapa ratus meter perjalanan membuat kami harus kembali turun karena jalur terlalu padat dan bahkan tidak bergerak. kembali ke tenda dengan berbagai perasaan. tapi sisi positifnya adalah juga demi keselamatan kami. jika kami memaksa ke puncak bisa jadi kami akan sampai diatas sekitar pukul 09 bahkan 10. itu sangat tidak dianjurkan mengingat dipuncak semeru jam tersebut angin dari utara terdapat gas beracun dari kawah jonggringsaloko yang sewaktu2 bisa membahayakan kami.

7 mei 2016 06.00wib. saya terbangun dengan suhu yang mungkin masih dikisaran 0derajat celcius. keluar dari tenda dengan sambutan mahameru yang berdiri sangat gagah ddpan mata saya.

20160507_064033 (Medium)
mahameru
DSC_0159 (Medium)
sory family, niat hati membawa baju kebanggaan ini kepuncak tertinggi dijawa, apadayaku hanya sampai kalimati.

pukul 10:00wib kami memutuskan untuk kembali turun. perjalanan menurun sangat santai melintasi jambangan-cemoro kandang. siang hari suasana disini sangat sejuk. bukit serta hamparan ilalang membuat mata kita serasa berada di eropa 🙂

20160507_101922 (Medium)

20160507_104624 (Medium)

20160507_103640 (Medium)

20160507_123530 (Medium)

di oro oro ombo kami cukup menghabiskan banyak waktu, karena disini terdapat tumbuhan ungu yang orang menyebutnya edelwais.. tapi jangan sampai salah, sebenarnya tumbuhan ini bukan edelwais seperti yang banyak orang bicarakan. ini adalah verbena braslian. tumbuhan ini banyak ditemukan di hutan amazon brasil. entah mengapa bisa sampai semeru, mungkin naik pesawat ya  :). dan tumbuhan ini berupa parasit yang sangat menyeap air. bukan tumbuhan endemik, makadari itu pihak saver serta TNBTS menyaranan untuk mencabut serta tidak melarang untuk membawa pulang sebanyak-banyaknya tumbuhan indah ini.

20160507_123847 (Medium)
verbena brasilian

DSC_0207 (Medium)

DSC_0220 (Medium)
oro oro ombo serta hamparan ungu verbena

setelah oro oro ombo , menuruni tanjakan cinta kami dipertemukan kembali dengan keindahan ranukumbolo. 7 mei 2016 13.00wib. kami mendirikan tenda di ranukumbolo, beberapa dari kami tidak menyia2kan waktu untuk berfoto. ada juga yang langsung tidur. jam demi jam berlalu disini. tibalah sore hari dimana udara sudah mulai dingin, momen sunset pun banyak diburu para pendaki di Ranu Kumbolo. Bila cuaca sedang berkabut, kita

bisa lihat paduan warna buram kabut yang terpancar dari air danau dengan kilatan cahaya matahari di sore hari. Warna remang-remang yang mulai timbul semakin terlihat mengagumkan. Apalagi ditambah dengan sinar rembulan dan bintang-bintang yang menggantung di langit. kopi susu menemani obrolan kami sore itu, malam tiba. suhu mulai mendekati minus derajat celcius. ada yang spesial di ranukumbolo jika malam hari cerah dimalam hari kita bisa melihat hamparan bintang dengan sangat indah. malam itu kami habiskan bersama dengan main kartu sambil bercanda. hingga rasa kantuk menghampiri.

8 mei 2016 04.55wib saya terbangun. pagi itu ranukumbolo sudah agak ramai. sudah banyak  pula penghini tenda2 lain yang bangun untuk menyambut sunrise di ranukumbolo. Terlebih saat momen sunrise. Matahari secara perlahan muncul dari gundukan bukit hijau dengan warna kuning keemasan. Suasana tenang, udara yang dingin, serta kabut yang masih berserakan di sekitar bukit makin menambah keindahan atmosfer Ranu Kumbolo di pagi hari. Ditambah dengan keakraban dengan sesama pendaki yang menyeruput kopi ataupun cokelat saat pagi, membuat suasana sunrise di Ranu Kumbolo ini terasa…sempurna!

DSC_0288 (Medium)

20160508_054940 (Medium)
saya sangat kagum dan menyambut keindahan sunrise ranu kumbolo

20160508_063020 (Medium)

20160508_064449 (Medium)

tak terasa waktu demi waktupun berlalu, jam menunjukan 09.35wib. kamipun harus segera turun agar tidak terlalu malam sampai dirumah kita masing. sebelum meninggalkan ranukumbolo kami berdoa serta berfoto bersama untuk mengenang pendakian ini. dan semoga kelak hubungan persaudaraan ini tetap terjaga.

20160508_095800 (Medium)

8 mei 2016 14.13wib kami sampai di pos kalimati. dan kembali kerumah masing masing.

thanks to

ALLAH SWT

Keluarga Besar VERZA MALANG CLUB

Komunitas Backpacker malang raya

 

a/rVMC029

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s